Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

PENANTIAN SANG AYAH



Tersebutlah seorang ayah yang mempunyai anak. Ayah ini sangat menyayangi anaknya. Di suatu weekend, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas seat beltnya karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.

Benar saja, di sebuah tikungan, sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, namun si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah. Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Namun ia tidak dapat melihat dan mendengar apapun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih, hanya bisa memeluk erat anaknya, karena ia tahu hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.

Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat ‘hangat’ tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.

Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, namun sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin yang tajam itu sudah berkarat, namun apa daya si anak tidak dapat mendengar, hanya dapat merasakan. Ia hanya bisa berharap anaknya sepenuhnya percaya kalau papanya hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.

Saat-saat paling bahagia si ayah adalah saat dia mendengar anaknya mengutarakan perasaannya, isi hatinya. Saat anaknya mendiamkan dia, dia merasa tersiksa, namun ia senantiasa berada disamping anaknya, setia menjaganya. Dia hanya bisa berdoa dan berharap, kalau suatu saat Tuhan boleh memberi mujizat. Setiap hari jam 4 pagi, dia bangun untuk mendoakan kesembuhan anaknya. Setiap hari.

Beberapa tahun berlalu. Di suatu pagi yang cerah, sayup-sayup bunyi kicauan burung membangunkan si anak. Ternyata pendengarannya pulih! Anak itu berteriak kegirangan, sampai mengejutkan si ayah yg tertidur di sampingnya. Kemudian disusul oleh pengelihatannya. Ternyata Tuhan telah mengabulkan doa sang ayah. Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan sang ayah yg telah mengeras penuh luka, si anak memeluk erat sang ayah, sambil berkata.

“Ayah, terima kasih ya, selama ini engkau telah setia menjagaku.”


READ MORE - PENANTIAN SANG AYAH

Kebiasaan Yang Diulang

Kebiasaan Yang Diulang


Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.

Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian"

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."

***
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power!

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!
READ MORE - Kebiasaan Yang Diulang

Perlombaan Kancil dan Kera

Perlombaan Kancil dan Kera

Perlombaan Kancil dan Kera

Di suatu desa yang sejuk dan nyaman. hiduplah dua sahabat kecil,namanya keri dan kanci. mereka berdua sedang menikati hangatnya cahaya matahari yang terasa hangat menyentuh mereka di balik pepohonan. tiba – tiba muncul ide iseng di kepala si keri untuk mengajak si kanci berlomba membuktikan diri,siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua.

Karna merasa tertantang akhirnya si kancipun menerima tantangan temannya. keri yang merasa lebih hebat dalam memanjat langsung mengajak sahabatnya menemui si tucil (tupai kecil) yang tinggal di batang pohon “inspirasi” dan berniat menjadikannya sebagai juri. begitu tiba di tempat tupi,mereka menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk menjadikannya sebagai juri dalam perlombaan yang mereka rencanakan.

Karna tidak tahu maksud kedua temannya si tupi asal saja berkata “baiklah,siapa yang lebih dulu mencapai puncak pohon inspirasi ini akan diakui sebagai orang hebat.” si keri langsung melompat dan tidak lama dia melambai – lambai kebawah dengan tatapn mengejek. kanci yang tidak bisa memanjat pohon inspirasi langsung protes dan mengajak temannya untuk mangadakan pertandingan ulang! dengan menjadikan paku (pak kuda) sebagai jurinya.

Pak kuda yang tinggal di lereng gunung motivasi terkaget – kaget mendengar ide jahil mereka berdua. lalu dengan asal saja paku mengatakan “baiklah,siapa yang lebih dulu mencapai puncak gunung “motivasi” ini,akan diaku sebagai yang terhebat” tanpa pikir panjang si kanci berlari secepat -cepatnya. setiba di atas dia berteriak kebawah dan melambaikan kakinya dengan tatapan yang tak kalah mengejek.

Pak beruang yang sedari tadi memperhatikan tingkah dua warga hutan itu mendekat dan bicara pada mereka berdua “kalian sedang apa si?” keri yang merasa di kalahkan menjawab “si kanci tu pak,masa ngajak saya lari ke puncak gunung motivasi. yah mana kuat saya mengejarnya? ” si kanci yang merasa tidak begitu ceritanya langsung protes “gak koq pak,si keri tu yang ngajak lomba,tadi dia ngajak saya lomba manjat pohon inspirasi. yah jelas saya kalah lah.”

Pak beruang langsung mengerti duduk masalahnya,dan berkata “kalian lihat pulau di kaki gunung motivasi itu?” mereka berdua serentak menjawab “iya pak.”

“baiklah,bagaimana kalo kalian berdua berlomba mencapai pulau itu dan siapa yang bisa mengambil buah inspirasi di pohonnya yang ada di pulai itu,dia yang menang! setuju?” setelah keduanya meng-iya-kan pak beruang langsung menghitung “1… 2… 3…”

mereka berdua pun langsung berlari secepat – cepatnya untuk mencapai pulau di kaki gunung motivasi dan memetik buah diatas pohon inspirasi seperti mana di nyatakan oleh pak beruang.

Kancil dengan gesit menyebrangi sungau kecil yang terbentang antara pulai kecil dan gunung motivasi dengan melompat2 kecil. sementara si keri tertinggal karna tidak ada dahan yang bisa di jadikan ayunan untuk menyebrang ke pulau itu.

sesampainya di sebrang pulau si kanci malah bingung sendiri. bagaimana caranya memetik buah inspirasi yang tergantung tinggi itu? pada saat yang bersamaan si keri berteriak pada sahabatnya “kanci,jemput aku disini! dan aku akan mengambilkan buah inspirasi itu untuk kamu!” kanci berpikir sejenak. setelah yakin untuk menjemput keri diapun melompat dan menjemput temannya disebrang. keri menaiki punggung kanci dan mereka berdua pun sampai di pulau sebrang. sesuai janjinya keri memanjat pohon itu untuk sahabatnya!.

Di kejauhan pak beruang bertepuk riang menyaksikan kerja sama mereka berdua! “kalian sudah liat sendiri? kalian berdua berbeda dan masing – masing memiliki peran yang uniq dalam tim! kita tidak bicara siapa yang terhebat diantara kita. tapi bagaimana mengorganisir semua kelebihan kita untuk dijadikan sebuah kekuatan yang tidak terkalahkan!”

Si kanci dan keri pun sadar bahwa kerja sama tim harus lebih diutamakan. mereka berdua bersalaman,kembali ke bawah pohon dan menikati hangatnya cahaya matahari.
READ MORE - Perlombaan Kancil dan Kera

5 Fakta Tentang Sukses


5 Fakta Tentang Sukses


1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA !

- Nelson Mandela, baru jadi presiden pada usia 76 tahun setelah masuk bui selama 27 Thn.

- Steve Jobbs, sudah jadi jutawan usia 21 tahun

- Kolonel Sanders (KFC), memulai bisnis pd umur 65 tahun

- Winston Churchill, Seringkali gagal dan banyak hambatan, baru baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.

- Bill Gates, sudah jadi manusia terkaya di dunia usia 41 tahun.

--
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.

- Barrack Obama : Keturunan Kulit Hitam pertama yg jadi Presiden Amerika Serikat saat ini

- Jenderal Colin Powell & Martin Luther King : juga berkulit hitam

- Confusius: anak yatim di negeri Tiongkok yg akhirnya menjadi Penasehat Kerajaan dengan sebutan Sang Bijak dan diakui sbg Nabi oleh para pengikutnya .

- Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

--

3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ( CACAT ) FISIK.

- Hellen Keller : Seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu tapi berhasil menjadi Penulis dan Pendidik terkenal dunia.

- William Shakespeare: seorang penderita cacat kaki yg bisa menjadi penulis novel yg sangat terkenal yg sangat fenomenal dengan karya2 nya .

- F.D. Roosevelt: waktu kecil terkena sakit polio tapi ia berhasil menjadi Presiden AS ke 32.

- Beethoven: Seorang Tuna Rungu tapi bisa menjadi komposer musik.

- Napoleon Bonaparte : Tubuhnya sangat pendek, wajah pun tidak menarik, tetapi dia menjadi pemimpin pasukan yg menaklukkan hampir seluruh Eropa.

- Anthony Robbins: hanya Lulusan SMA, dia jg kegemukan tapi dia merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, dia menjadi langsing dan menjadi motivator terkenal dunia.

--

4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN

- Temujin adalah seorang yg tidak pernah mengenyam pendidikan selain menurut adat dan tradisi suku Mongol tapi dia bisa mengembangkan pasukannya menjadi Tentara yang paling Sukses didunia dan membangun Kerajaan Terluas Yang pernah ada di Dunia dan akhirnya dia dikenal dgn nama Jenghis Khan Sang Penakluk.

- Thomas Alfa Edison : Hanya berpendidikan SD tapi melahirkan 2000 paten yg masih banyak dipakai sekarang ini.

- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, pada usia 40an thn dia sudah mempunyai armada perkapalan terbesar di asia dan dia menjadi orang terkaya di Hongkong.

- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah tapi bisa membangun sebuah pabrik Mobil .

- The Wright Brother : orang dari kalangan biasa saja dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi merekalah yg menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.

- Bill Gates, orang terkaya didunia, dia memulai bisnis setelah lulus SMA.

- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.

--

5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA

- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.

- Walt Disney : waktu usia 20 tahun dia masih seorang pemuda miskin dan tidak terkenal tapi pada usia 30 tahun dia sudah menjadi usahawan terkenal.

- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin tapi bisa memimpin dan mempersatukan Amerika.

- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, akhirnya dia bisa menjadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.

- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang tapi dia menjadi salah satu Presiden tersukses Amerika .

MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL??

1. Tidak ada tujuan / goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dan diprioritaskan dalam hidup

2. Tidak pernah mencatat tujuan : hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.

3. Tidak ingin dan Tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.

4. Tidak ada tindakan yang efektif : Banyak rencana, tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).

5. Membatasi diri sendiri : menganggap diri tak berhak sukses ( Menyerah Sebelum Berjuang ) , karena terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan, tak punya kepandaian , .

6. Malas : tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.

7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.

8. Tidak bisa mengatur waktu alias Salah Prioritas.

9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.

10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, tidak mau menambah pengetahuan , jarang mendengar ( bila berinteraksi hanya mau mendominasi ) , tak pernah mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.

11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.

12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.

13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.

14. Sombong dan menganggap Diri Sendiri Paling Hebat dan Berhenti Belajar.

15. TIDAK BERANI BERMIMPI ; Teruslah berharap dan bermimpi utk bisa menggapai lebih dari apa yang anda punya sa’at ini karena Impian itu adalah awal dari Pencapaian Lanjutan untuk menuai Keberhasilan.

Ingin Sukses ???

Hindari 15 penyebab kegagalan tadi ! terutama nomor Terakhir ! ! !

HOPE is a Waking Dream … with LOVE and PERSISTENCE everything is POSSIBLE
READ MORE - 5 Fakta Tentang Sukses

Motivasi dari Rafael Nadal yang Pantang Menyerah

Motivasi dari Rafael Nadal yang Pantang Menyerah


Perjuangan habis-habisan dan pantang menyerah sampai tetes darah terakhir barangkali tepat untuk menggambarkan perjuangan Rafael Nadal mengalahkan petenis nomor satu dunia, Roger Federer di ajang tennis Wimbledon. Betapa tidak, mereka mencetak rekor permainan tenis terlama dalam sejarah, yakni empat jam 48 menit. Dan, itu pun dengan skor yang sangat ketat, 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, dan 9-7.

Selama ini, tepatnya dua musim berturut-turut, Nadal selalu kalah di final Wimbledon oleh Federer. Nadal yang dikenal sebagai jago lapangan tenis tanah liat hanya bisa menang dari Federer di final Perancis Terbuka, yang memang menggunakan lapangan tanah liat. Selebihnya, jika berjumpa di lapangan rumput, hampir selalu dipastikan Federerlah pemenangnya.

Karena itu, kemenangan Nadal atas Federer di Wimbledon ini menjadi sejarah tak terlupakan bagi Rafael Nadal. Sebab, selain bisa mengalahkan musuh bebuyutannya beberapa tahun belakangan, Nadal juga kembali mengharumkan nama negaranya-Spanyol-yang terakhir jadi juara di Wimbledon tahun 1966 atas nama Manuel Santana.

Yang jelas, pertandingan kali itu memang layak disebut sebagai pertarungan tenis abad ini. Betapa tidak, susul menyusul angka, hingga jatuh bangun mewarnai partai yang juga diselingi hujan tersebut. Beberapa kali kejar mengejar angka terjadi, bahkan hingga ke angka kritis. Sang pemenang ditentukan oleh kesiapan dan mental juara serta semangat juang habis-habisan. Meski, yang kalah pun sebenarnya juga punya daya juang yang tak kalah luar biasanya. Terbukti dari selisih angka yang memang sangat tipis. Sungguh, inilah gambaran dari seorang Rafael Nadal yang pantang menyerah mengejar mimpi. Itulah Rafael Nadal, si raja tanah liat yang kini telah berhasil menaklukkan sang maestro lapangan rumput.

"Saya masih tak percaya bisa memenangkan gelar di Wimbledon. Sejak kecil, saya memang memimpikan bermain di sini, tapi untuk jadi juara, itu sangat mengesankan. Apalagi, saya harus bertarung dengan pemain terhebat sepanjang sejarah di turnamen ini dimana saya merasakan kalah di final dua kali berturut-turut sebelumnya oleh pemain yang sama," ujar Nadal usai menang melawan musuh bebuyutannya itu.

Kelahiran 3 Juni 1986 di Manacor, Mallorca, Spanyol ini memang gambaran seorang pejuang sejati. Ia berusaha melawan semua anggapan bahwa ia hanyalah juara tenis di lapangan tanah liat. Nadal pun mati-matian meningkatkan kemampuannya di lapangan rumput. Perjuangannya mencapai puncak dengan keberhasilannya mengalahkan Federer di Wimbledon.

Tapi, tak hanya itu, ia juga berhasil mengukir rekor 32 kali tak terkalahkan dalam berbagai kejuaraan. Meski, akhirnya ia harus mengaku kalah pada petenis Serbia, Novak Djokovic, justru pada puncak di mana ia mampu menggeser tahta Federer sebagai petenis nomor satu dunia 4,5 tahun berturut-turut. Kini, petenis yang mendapat gemblengan sangat keras dari pamannya sejak usia belasan itu, telah memetik hasilnya. Hasil latihan hingga larut malam yang diterapkan pamannya, Toni, kini telah berbuah. Nadal bersiap untuk menggantikan posisi raja tenis pria saat ini.

Sungguh semangat pantang menyerah yang patut diteladani dari sosok Rafael Nadal. Berjuang empat tahun lebih untuk menggapai puncak-raja tenis pria-kini ia berhasil mewujudkan impiannya. Ia pun berjanji tak kan berhenti berjuang demi meraih supremasi di lapangan tenis. Demikian juga kita dalam perjuangan hidup ini, tak boleh berhenti meski telah merasa mendapatkah semua mimpi. Sebab, tantangan demi tantangan lain akan terus menanti untuk menjadikan kita sebagai juara sejati!
source-Motivasi dari Rafael Nadal yang Pantang Menyerah
READ MORE - Motivasi dari Rafael Nadal yang Pantang Menyerah

Samuel Morse Yang Rendah Hati

Samuel Morse Penermu Tersohor Yang Rendah Hati


Seorang penemu tersohor Samuel Morse. Suatu saat ketika ia ditanya apakah pernah berhadapan dengan situasi di mana ia sama sekali tidak tahu apa yang harus diperbuat, dia menjawab; "Ya..aku pernah berhadapan dengan situasi seperti itu, dan bukan hanya sekali. Dan jika saya tak dapat melihat jalan atau jawaban secara jelas, saya akan berlutut dan berdoa memohon terang, pengertian dan jalan dari Tuhan."

Morse menerima banyak penghargaan oleh karena penemuan-penemuannya di bidang telegraf. Namun ia selalu dengan rendah hati berkata; "Saya telah membuat aplikasi berharga di dunia telegraf, namun itu bukan karena saya lebih baik, lebih hebat dari orang lain, tapi karena Tuhan dalam rencanaNya untuk umat manusia, harus merevelasikan hal tersebut lewat seseorang. Tuhan telah memilih untuk menyatakannya untuk dunia lewat diriku."

Kerendahan hati tidak berarti berpikir bahwa dirimu lebih rendah dari orang lain, tidak juga berarti kita memiliki gambaran yang rendah atas kemampuan diri sendiri. Tetapi sebaliknya, kerendahan hati berarti suatu kebebasan dari berpikir tentang diri sendiri.

Samuel Morse Penermu Tersohor Yang Rendah Hati
READ MORE - Samuel Morse Yang Rendah Hati

The Secret

One day, one friend asked another,
“How is it that you are always so happy?
You have so much energy,
and you never seem to get down.”

With her eyes smiling, she said,
“I know the Secret!”
“What secret is that?”
To which she replied,
“I’ll tell you all about it,
but you have to promise to
share the Secret with others.”

“The Secret is this:
I have learned there is little I can do
in my life that will make me truly happy.
I must depend on God to make
me happy and to meet my needs.
When a need arises in my life,
I have to trust God to supply
According to HIS riches.
I have learned most of the time
I don’t need half of what I think I do.
He has never let me down.
Since I learned that ‘Secret’, I am happy”

The questioner’s first thought was,
“That’s too simple!”
But upon reflecting over her own life
she recalled how she thought a bigger house
would make her happy, but it didn’t!
She thought a better paying job
would make her happy, but it hadn’t
When did she realize her greatest happiness?
Sitting on the floor with her grandchildren,
playing games, eating pizza or reading a story,
A simple gift from God.

Now you know it too!
We can’t depend on people to make us happy.
Only GOD in His infinite wisdom can do that.
Trust HIM!
And now I pass the Secret on to you!
So once you get it, what will you do?

YOU have to tell someone the Secret, too!
That GOD in His wisdom will take care of YOU!
But it’s not really a secret…
We just have to believe it and do it…
Really trust God!
READ MORE - The Secret

REASONS WHY YOU ARE BLESSED

1. If you own a Bible, you are abundantly blessed-about 1/3 of the
world does not have access to one.

2. If you wake up each morning with more health than illness, you are
blessed to rise and shine, to live and to serve in a new day.

3. If you have anyone on the planet, just one person that loves you
and listens to you; count this a blessing.

4. If you can freely attend a church meeting without fear, then you
are more blessed than over 1/3 of the world.

5. If you have a yearning in your heart to parent a child, you are
blessed because you still desire what you cannot see.

6. If you pray today or any day, you are blessed because you believe
in God’s willingness to hear your prayer.

7. If you pray for someone else, you are blessed because you want to
help others also.

8. If you have food in your refrigerator, clothes on your back, a
roof over your head, and a place to sleep; all at the same time;
you are rich in this world;

9. If you have a brother or sister in Christ that will pray with
you and for you, then you benefit from a spiritual unity, bond, and
agreement, which the gates of hell cannot stand against.

10. If you have any earthly family that even halfway loves you and
support you, are blessed beyond measure.

11. If you attend a church with a church family that offers you one
word of encouragement, you are blessed with some form of
fellowship.

12. If you have money in the bank, in your wallet, or some spare
change in a dish someplace you are among the world’s wealthy.

13. If you can go to bed each night, knowing that God loves you, you
are blessed beyond measure.

14. If you try each day to imitate our Lord Jesus Christ for even a
minute, you are blessed because you show a willingness to grow up
in Him.

15. If you can read this message, you are more blessed than about 2/3
of the world.

16. If you have never had to endure the hardship and agony of battle,
imprisonment, or torture, you are blessed in indescribable measure.

17. If you have a voice to sing His praises, a voice to witness God’s
love, and a voice to share the gospel, you are blessed.
About 1/3 of the world does not even know who the one true God is.

18. If you can hold someone’s hand, hug another person, touch someone
on the shoulder, you are blessed because you can offer
God’s healing touch.

19. If you can share a word of encouragement with someone else, and
do it with His love in your heart, you are blessed because you have
learned how to give.

20. If you have the conviction to stand fast upon His Word and His
promises, no matter what, you are blessed because you are learning
patience, endurance, and tenacity.

21. If you hold up your head with a smile on your face and are truly
thankful, you are blessed because most people can, but won’t.
READ MORE - REASONS WHY YOU ARE BLESSED

LIVE IT!


Editor, diplomat and poet James Russell Lowell had a wonderful attitude.
One day, when passing a building in the outskirts of Boston, he noticed an
identifying inscription: “Home for Incurable Children.” To a friend he
remarked, “They’ll get me in there some day.”

If he means that he’ll never be cured of an overriding enthusiasm for
living, then I also hope they’ll get me into a place like that some day. I
never want to outgrow my zeal for life. I never want to become so jaded as
to take living for granted.

Whoever compiled this list knew how to live with enthusiasm! Here’s all the
advice you’ll need to live well and with zeal.

Life is beauty; appreciate it.
Life is a dream; realize it.
Life is a challenge; meet it.
Life is a duty; complete it.
Life is a game; play it.
Life is a sorrow; feel it.
Life is a song; sing it.
Life is a struggle; accept it.
Life is an adventure; risk it.
Life is luck; make it.
Life is a puzzle; solve it.
Life is opportunity; take it.
Life is a song; sing it.
Life is a mission; fulfill it.
Life is life; live it!
READ MORE - LIVE IT!

Sentuhan Pribadi Dalam Pekerjaan Kita

Sentuhan Pribadi Dalam Pekerjaan Kita
Catatan Kepala: ”Setiap orang memiliki sentuhan pribadi yang berbeda terhadap pekerjaan yang sama sehingga hasil kerjanya menjadi unik. Maka untuk menghasilkan pekerjaan yang baik kita perlu memberikan sentuhan pribadi terbaik.”

Setiap pabrik yang baik selalu memiliki departemen Quality Assurance yang tugasnya memastikan bahwa setiap produk yang dirilis memenuhi standar kualitas tertentu. Suatu produk layak jual bukanlah produk yang 100% memenuhi syarat tertentu itu, melainkan yang masih berada dalam ‘range’ atau rentang kualitas tertentu. Bahkan di pabrik yang sudah serba otomatis menggunakan system komputer terbaikpun masih bisa terjadi defect atau penyimpangan hasil. Apa lagi jika pekerjaan itu dilakukan secara manual oleh setiap karyawan. Misalnya; mengetik, menganalisis, memasarkan, menjual, membuat laporan, memeriksa, dan sebagainya. Kita semua, berada dikantor mengerjakan tugas atau pekerjaan tertentu. 
Ada teman Anda yang mengerjakan tugas yang sama, tetapi, saya bisa memastikan bahwa hasil kerja Anda dan teman Anda tetap saja berbeda. Bagi saya, ini mengisyaratkan kesempatan buat siapa saja untuk menunjukkan bahwa dia bisa memberikan hasil pekerjaan yang lebih baik dari orang lain. Dengan demikian, dia bisa dikenali sebagai orang yang benar-benar memiliki sentuhan pribadi terbaik atas setiap pekerjaan yang ditanganinya.


Jika Anda suka menyaksikan tayangan MasterChef, tentu tahu ada segmen ‘MasterChef Recipe Challenge’. Dalam segmen itu, para kontestan akan menantang seorang koki yang sudah terkenal. Koki tersebut harus membocorkan resepnya hingga teknik memasaknya, barulah kemudian mereka bertarung untuk membuat makanan paling enak. Motto mereka “same ingredients, same recipes, same kitchen.’ Bahannya sama, resepnya sama, dapurnya juga sama. Yang membuat pertandingan itu seru adalah karena kita tahu bahwa dengan semua kesamaan itu, setiap orang yang bertanding akan menghasilkan masakan yang citarasa dan kualitasnya berbeda. Apa yang kita lakukan di kantor kira-kira ya begitu juga. 

Pekerjaan kita sama, misi kita sama, lingkungan kerja kita pun sama. Tetapi, setiap orang di kantor kita menghasilkan buah karya yang berbeda, bukan? Mengapa citarasa masakan yang dihasilkan berbeda? Karena setiap koki memiliki sentuhan pribadi yang berbeda. Mengapa hasil kerja kita di kantor juga berbeda? Karena setiap karyawan memiliki sentuhan pribadi yang berbeda. Hanya pekerjaan yang mendapatkan sentuhan pribadi terbaik saja yang akan memberikan hasil terbaik. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memberikan sentuhan pribadi terbaik kepada pekerjaan, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:

1. Kesempatan untuk membuat perbedaan. 
Salah satu masalah klasik yang kita hadapi saat ini adalah; begitu banyak orang yang secara sengaja membuat cara dan perilaku kerja kerja mereka sama seperti orang lain. Bayangkan jika di kantor Anda ada 100 orang yang mengerjakan tugas yang sama seperti Anda. Tak satupun diantara 100 orang itu yang bisa membuat perbedaan bermakna. Bagaimana bisa menentukan 1 orang terbaik dari kelompok itu? Sekarang, bayangkan jika dari 100 orang itu ada 1 orang yang cara kerja dan perilakunya berbeda secara positif dibandingkan 99 orang lainnya? Apakah mudah bagi Anda untuk mengetahui siapa bintangnya? Pasti. Begitu banyak orang yang bingung; bagaimana caranya menjadi karyawan unggul ditengah begitu banyaknya rekan kerja kita? Hmmh, ingatlah bahwa dengan bahan yang sama, resep yang sama dan dapur yang sama; setiap koki bisa menghasilkan masakan yang citarasanya berbeda. Bisakah Anda membuat cita rasa hasil pekerjaan Anda berbeda? Itulah tantangannya. Sebab dimanapun Anda bekerja, selalu ada peluang bagi Anda untuk menjadikan diri Anda berbeda. Anda tahu mengapa? Karena Tuhan menciptakan diri Anda dengan ‘sesuatu’ yang hanya Anda sendiri yang memilikinya. Dan itu berarti bahwa Anda, memiliki kesempatan untuk membuat sebuah perbedaan yang mampu memberi makna.

2. Perbedaan dihasilkan oleh perilaku. 
Apa yang menyebabkan kita kehilangan keunikan dalam pekerjaan yang kita hasilkan? Kita sering lupa memberinya sentuhan pribadi. Coba saja lakukan pekerjaan Anda persis seperti orang lain melakukannya. Maka hasilnya tidak akan jauh beda dengan yang dihasilkan oleh orang lain. Masalahnya, kita cenderung ‘mengikuti arus’ saja. Misalnya, ketika teman-teman di kantor kita sedang pada kesal. Pasti perilaku kerja mereka akan terpengaruh buruk. Lha, kita kok suka tergoda untuk mengikuti perilaku buruk itu. Padahal, justru ketika orang lain berperilaku buruk itulah setiap perilaku baik akan terlihat dengan mudah. Ketika kita tetap berperilaku baik ditengah begitu banyaknya orang berperilaku buruk, kita tidak sedang berusaha untuk ‘mencari muka’. Kita sedang berteguh hati untuk memberikan ‘sentuhan pribadi’ itu terhadap pekerjaan kita. Orang lain boleh berperilaku buruk, tetapi; ‘pribadi saya jauh lebih baik’. Bahkan ketika kita sedang kecewa pada seseorang atau sesuatu, kita tidak mungkin mengabaikan sentuhan pribadi itu. Anda keliru jika mengira saya tidak pernah dikecewakan ditempat kerja. Berkali-kali. Tetapi, setiap kali kecewa; saya memastikan agar tetap memberikan sentuhan pribadi pada setiap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab saya. Orang-orang yang saya layani masih bisa mengenali ‘identitas pribadi’ pada pekerjaan saya. Alhamdulillah, dengan cara itu; kita tidak membuat reputasi pribadi ikut memburuk. Di ruang atasan, saya mungkin protes. Tetapi diruang kerja. Atau dihadapan pelanggan. Atau dihadapan para bawahan; pantang untuk mengabaikan sentuhan pribadi. Mengapa? Karena saya percaya bahwa perilaku yang saya tunjukkan sangat menentukan hasil akhirnya.

3. Perilaku menghasilkan keunggulan
Segala sesuatu yang sama dengan lainnya biasanya kita sebut sebagai ‘rata-rata’ atau ‘umum’. Sedangkan sesuatu yang ‘berbeda’ biasanya kita sebut sebagai ‘pengecualian’ atau ‘khusus’. Tentu ada hal khusus yang buruk, semisal produk yang tidak memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan team QA itu. Tetapi, sekarang kita sedang berbicara tentang standar kualitas melampaui kebanyakan orang. Di pabrik pun kita mengenal klasifikasi produk grade A, grade B, dan seterusnya. Maka begitu pula halnya dengan kinerja yang kita hasilkan. Lihat saja, faktanya kita bisa menemukan ada orang-orang yang special ditengah kerumunan karyawan yang mempunyai job description yang sama. Seperti episode MasterChef Recipe Challenge itu. Segala sesuatunya sama dengan kebanyakan orang lainnya. Tuntutan kerjanya. Standard Operating Procedurenya. Begitu pula dengan lingkungan kerjanya. Tetapi, mengapa pelanggan merasakan ‘perbedaan’ ketika orang ini melayaninya? Senyumnyakah? Tata bahasanyakah? Gesturnyakah? Mengapa teman-temannya selalu senang bekerjasama dengan dia? Keramahannyakah? Keluwesannyakah? Mengapa atasannya lebih senang bekerja dengan dia? Kedisiplinannyakah? Keakuratannyakah? Mungkin saja. Yang jelas, senyum, tata bahasa, pembawaan diri, keramahan, kedisiplinan, keakuratan, dan semua yang mungkin dirasakan orang lain itu adalah faktor pembeda yang menjadikan dirinya unggul dibandingkan dengan orang lain. Mengapa bisa begitu? Karena orang itu, menambahkan ‘sentuhan pribadi’ kedalam SOP yang sehari-hari dilakukannya.

4. Keunggulan mencerminkan dedikasi. 
Tidak ada yang bisa menjatuhkan orang yang benar-benar memiliki dedikasi. Orang-orang ini benar-benar bisa diandalkan. Bukan hanya ketika keadaan sedang serba indah, melainkan juga pada saat segala sesuatunya sedang serba sulit. Makanya orang yang berdedikasi itu sangat dicari-cari. Masalahnya, orang yang memiliki dedikasi itu jumlahnya hanya sedikit. Masalah? Itu masalah bagi para pemilik perusahaan dan top management. Tapi, peluang bagi para karyawan. Setidak-tidaknya, lebih banyak orang yang memiliki dedikasi rendah daripada mereka yang dedikasinya tinggi terhadap profesi mereka. Emh, maksud saya, untungnya orang yang memiliki dedikasi itu jumlahnya hanya sedikit. Salah satu ciri dedikasi adalah ketika mereka bersedia mencurahkan kemampuannya secara maksimal tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor luar yang menghambatnya. Bahkan situasi yang kurang menyenangkan sekalipun tetap tidak bisa menjadikan orang berdedikasi tinggi mengorbankan kualitas kerjanya. Apalagi jika orang-orang ini berhadapan langsung dengan para pelanggan. Mereka sadar bahwa kinerjanya sangat menentukan kepuasan dan kenyamanan kepada pelanggannya. Hal ini bisa menjelaskan mengapa kinerja dan kualitas kerja orang-orang yang berdedikasi tinggi itu cenderung konsisten. Karena mereka tidak pernah kendor komitmennya dalam melakukan pekerjaan hingga pada tingkatan paling tinggi yang bisa mereka lakukan. Dan, karena dedikasi seperti ini sangat jarang; maka dengan dedikasi itu, dia sedang melakukan sentuhan pribadi pada pekerjaannya.

5. Dedikasi menghasilkan diskriminasi yang manis. 
Kita sudah tahu jika orang yang berdedikasi tinggi itu sangat langka. Ini juga menjadikan mereka sedemikian istimewa dan berharganya. Makanya wajar jika hal itu dibalas dengan sebuah perlakuan yang ‘berbeda’. Saya menyebutnya sebuah ‘diskrimininasi yang manis’. Para aktivis persamaan hak mungkin menolak diskriminasi. Tetapi, jika diskriminasi itu berupa perlakukan istimewa yang menyenangkan bagi orang yang didiskriminasikan? Ah, tak seorangpun akan menolaknya ya kan? Orang-orang dengan kinerja istimewa memang pantas mendapatkan perlakuan istimewa. Kita tahu, ada banyak cara untuk mendapatkan perlakuan istimewa. Tapi, hanya satu cara yang benar-benar bisa membuat Anda puas lahir dan batin, yaitu; ketika Anda mendapatkannya melalui kinerja Anda yang istimewa juga. Dengan cara itu, Anda bisa mendapatkan perlakuan istimewa tanpa cibiran dari orang lain. Tanpa cemoohan. Melainkan dengan pengakuan dari mereka, bahwa Anda; memang layak untuk mendapatkan pelakuan istimewa. Mengapa harus istimewa? Karena hanya Anda yang seperti itu. Mengapa hanya Anda? Karena Anda berhasil memberikan sentuhan pribadi, pada pekerjaan yang Anda tangani. 

Tugas Anda bisa saja sama dengan orang lain. Pekerjaan Anda bisa sama dengan mereka. Masalah dan tantangan yang Anda hadapi juga tidak berbeda. Tetapi, Anda; bisa memberikan hasil yang sama sekali berbeda melalui ‘sentuhan pribadi’ yang bisa Anda berikan dalam setiap detik yang Anda lalui saat menjalaninya. Sederhana saja kok caranya. Yaitu; sertakan seluruh hati Anda saat mengerjakannya. Karena dengan dedikasi sepenuh hati itu, Anda bisa membuat perbedaan yang pada akhirnya akan menjadi Anda seorang pribadi yang istimewa. Lha, kalau imbalannya sama dengan yang lain; apa gunanya? Oh, tetap ada. Gunanya adalah ketika Anda ditanya; “Apa yang sudah kamu lakukan semasa hidup?” Bisakah Anda menjawabnya dengan mantap jika semasa hidup itu Anda sudah mendayagunakan sepenuh hati Anda untuk setiap kebaikan dan perjuangan hidup yang Anda jalani? Insya Allah, bisa.

Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman
Trainer on Leadership & Personnel Development Topics
READ MORE - Sentuhan Pribadi Dalam Pekerjaan Kita

Bocah Pembebas 3000 Budak Anak

Bocah Pembebas 3000 Budak Anak
Untuk menjadi pejuang dan pahlawan memang tak mengenal usia. Pengalaman seorang anak kecil dari Pakistan ini merupakan inspirasi nan mengharukan bagi setiap orang.

Namanya Iqbal Masih (1982 - 16 April 1995), dilahirkan di Muridke, desa terpencil di luar wilayah Lahore. Sejak kecil sudah ditinggal ayahnya, sementara sang ibu, Inayat, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.


Foto: worldschildrensprize.org
Kesulitan ekonomi memaksa ibunya terbelit hutang sebesar 600 Rupe (setara Rp. 102.000,-.) dan harus mengirim Iqbal -- saat itu baru berusia 4 tahun!-- menjadi budak di tempat sang lintah darat, Hussain Khan.

Penderitaan Iqbal berawal di sini. Dia dipekerjakan di pabrik karpet dan hanya diberi sedikit makanan tiap hari. Di pabrik karpet ini, Iqbal dan anak-anak lainnya selalu dimarahi oleh Nyonya pemilik pabrik, bahkan sering mengancam sehingga tiap hari selalu jadi 'mimpi buruk' bagi Iqbal dan kawan-kawannya. Padahal setiap hari mereka bekerja selama 12 jam penuh.

Iqbal pernah mencoba melarikan diri dari perbudakan dan terpaksa tinggal di sebuah makam selama 3 hari. Makam ini merupakan sumur tua, terkubur di bawah halaman, ditutup oleh kisi di kaki tangga, lembab dan licin. Tak ada cahaya di bawahnya.


Namun upaya pertama ini gagal, Hussain Khan berhasil menemukan Iqbal. Ia dan beberapa teman yang ikut dalam usaha pelarian kemudian dirantai ke alat tenun sehingga tidak bisa kabur lagi.

Foto: ahmadsulaeman.files


Pada usia 10 tahun, Iqbal berhasil melarikan diri dari perbudakan ini. Iqbal pun segera mencari pertolongan dan akhirnya bergabung dengan Front Pembebasan Buruh Pakistan (BLFF)


Melalui gerakan inilah Iqbal akhirnya dapat membebaskan sebanyak lebih dari 3.000 anak yang bernasib sama dengan dirinya. Ia bahkan dengan berani berpidato tentang budak anak yang terjadi di seluruh dunia. Cerita Iqbal kemudian menjadi sebuah buku.

Sebagai seseorang yang bergabung dengan BLLF, ia berbicara dengan anak-anak tentang hak mereka berdasarkan undang-undang yang melarang tenaga kerja berikat. Sebagai juru bicara internasional untuk BLLF, ia pergi ke Amerika Serikat dan Eropa menyerukan untuk mengakhiri perbudakan pada anak.

Ironisnya, pada hari Minggu 16 April 1995, tepat diusianya yang ke-12, Iqbal ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tembakan dari bagian belakang dengan senjata laras panjang ukuran dua belas ketika sedang bersepeda dengan temannya.

Kuat dugaan, ia dibunuh oleh ‘mafia karpet’ yang menjadi musuhnya selama ini. Karena, berkat perjuangannya, seruan untuk memboikot produk karpet Pakistan di dunia sangat berpengaruh.

Monumen peringatan Iqbal Masih/Google

Bahkan pada tahun 1992, ekspor karpet keluar Pakistan anjlok untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Begitupun pada tahun-tahun sesudahnya.

Sebagai penghargaan atas kepahlawanan Iqbal, pada Januari 2009, Kongres Amerika Serikat membuat Iqbal Masih Award, sebuah penghargaan tiap tahun bagi pejuang perbudakan anak.

Iqbal juga dianugerahi Penghargaan Hak Asasi Manusia Reebok pada tahun 1994.
READ MORE - Bocah Pembebas 3000 Budak Anak

Potensi yang Baik Dan yang Buruk Dalam Diri Kita

Potensi yang Baik Dan yang Buruk Dalam Diri Kita

”Tak seorang pun mengetahui dimana batas tertinggi kemampuan dirinya, sehingga kata ’maksimal’ tidak cocok untuk kita gunakan.”

Bisakah Anda sebutkan pencapaian apa saja yang sudah berhasil Anda raih dalam hidup? Maksud saya, pencapaian yang benar-benar layak untuk dibanggakan. Jika Anda punya banyak pencapaian seperti yang saya maksudkan itu; silakan buat dalam sebuah daftar yang panjang. Ada orang-orang yang sedemikian mudah mengenali pencapaian pribadinya. Lalu dengan penuh percaya diri menyebutkan pencapaian pribadinya itu satu demi satu. Ada juga orang-orang yang memilih diam saja, karena tidak yakin apakah mereka telah berhasil meraih sebuah pencapaian pribadi yang benar-benar bermakna dan pantas dibanggakan itu. Siapa yang paling jujur? Siapa yang paling benar?


Orang bisa saja hanya sekedar ‘mengklaim’; sehingga bisa menyebutkan ini dan itu, padahal belum tentu benar begitu. Orang bisa juga terlalu rendah hati, sehingga meskipun pencapaian pribadinya banyak tapi mereka tidak menilainya sebagai sesuatu yang pantas dibanggakan. Sekalipun demikian, ada satu kesamaan pada semua orang, yaitu; tak seorangpun yang telah berhasil menggunakan seluruh daya dirinya secara maksimal. Mengapa? Bahkan kita tidak pernah tahu dimana batas tertinggi kemampuan kita yang sesungguhnya itu. Jika Anda masih bingung dengan apa yang bisa dibanggakan, maka kebingungan itu akan hilang jika sudah mampu mengoptimalkan potensi diri Anda. Dan jika Anda merasa bangga dengan pencapaian yang selama ini Anda raih, maka kebanggaan itu tentu akan jauh lebih besar lagi jika Anda telah berhasil menggunakan kapasitas diri yang Anda miliki itu lebih banyak lagi. Faktanya, kita belum benar-benar mendayagunakan potensi diri yang kita miliki. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mendayagunakan potensi diri, saya ajak memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:

1. Pencapaian Anda belum seberapa. 
Saya tidak bermaksud menyinggung Anda jika mengatakan bahwa pencapaian Anda belum seberapa. Tak usah tersinggung, karena saya tidak membandingkan diri Anda dengan orang lain. Saya mengatakan demikian karena saya percaya bahwa kapasitas diri Anda jauh lebih besar daripada pencapaian yang sudah berhasil Anda raih hari ini. Saya pribadi pun demikian. Jika ditengok kebelakang; pencapaian saya tidaklah buruk-buruk amat. Bahkan beberapa diantaranya melampaui yang bisa dilakukan oleh orang lain. Tetapi, saya sadar benar bahwa pencapaian saya belum seberapa. Bukan dengan membandingkannya dengan teman atau tetangga saya. Melainkan fakta bahwa didalam diri saya terdapat sedemikian besar potensi diri yang belum tergali. Maka saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa pencapaian Anda itu belum seberapa. Sama seperti belum seberapanya pencapaian yang bisa saya wujudkan, jika dibandingkan dengan potensi diri saya yang sesungguhnya.

2. Anda berhak mendapatkan yang lebih baik. 
Sudah baikkah pencapaian Anda hari ini? Mungkin Anda sudah memperoleh penghasilan seperti yang Anda cita-citakan. Mungkin Anda sudah menjadi Manager, atau Direktur. Bahkan Presiden Direktur untuk sebuah perusahaan besar yang terkenal. Izinkan saya untuk mengatakan bahwa betapapun tingginya pencapaian Anda hari ini; Anda berhak mendapatkan yang lebih baik dari itu. Kenapa? Karena Anda memiliki lebih banyak hal lagi yang selama ini belum digunakan secara maksimal. Silakan tanyakan kepada diri Anda; jika setiap hari Anda lebih rajin 1% dari biasanya. Berapa banyak lagi yang bisa Anda hasilkan. Jika setiap hari Anda lebih terampil lagi dari sebelumnya; berapa banyak lagi yang bisa Anda selesaikan dari yang selama ini. Jika setiap hari, saya bersedia memberikan kontribusi sedikit lebih banyak lagi kepada perusahaan; betapa prestasi saya akan menjadi semakin baik. Semakin tidak tertandingi. Dan itu menjadikan kita seorang pribadi yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik lagi dari yang sekarang. Jadi, bagaimana jika mulai sekarang; kita berkomitmen untuk lebih rajin, lebih produktif, dan lebih kontributif dari sebelumnya? Yu’, ya’, yu…

3. Asahlah di sisi yang tepat. 
Merasa diri berhak mendapatkan ‘yang lebih baik’ itu seperti pisau bermata dua. Hal itu bisa memotivasi kita untuk terus melaju kencang berjuang tanpa kenal lelah. Terus menerus mengeksplorasi potensi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Itu sisi baiknya. Tapi hati-hati, karena sisi buruknya pun tidak kalah tajamnya. Misalnya; kita sering merasa bahwa sesuatu itu adalah ‘hak kita’. Maka kita pun mengambilnya. Atau, merasa bahwa kita dibayar dibawah yang semestinya. Maka kita pun hitung-hitungan dalam soal pekerjaan. Atau, merasa bahwa orang lain telah merenggut sesuatu yang seharusnya kita dapatkan. Maka kita pun melakukan segala cara untuk menjegalnya. Bergantung sisi mana dari pisau itu yang paling sering Anda asah. Sisi baiknyakah atau sisi buruknya. Jika kita lebih rajin mengasah sisi buruknya, hati-hati; karena cepat atau lambat, pisau itu akan melukai Anda. Namun jika Anda bersedia untuk menajamkan sisi baiknya, maka berbahagialah. Karena Anda akan semakin mampu ‘menajamkan’ kehandalan kualitas diri Anda.


4. Bersihkanlah ‘penangkap’ sinyalnya. 
Sering tidak mudah untuk membedakan kebaikan dengan keburukan. Kita merasa benar, padahal salah. Kita merasa baik, padahal buruk. Makanya, kita sering melihat orang ‘tidak mengaku’ telah melakukan keburukan meski fakta dan bukti sudah memadai. Mengapa bisa begitu? Kata guru kehidupan saya, hal itu terjadi karena ‘cermin didalam dirinya sudah kotor’. Cermin yang beliau maksud adalah hati nurani. Setiap perbuatan kita memancarkan energy sesuai dengan ‘nilainya’ masing-masing. Keburukan memancarkan energy buruk. Kebaikan menebarkan energy baik. Norma umum sering dapat dengan mudah menangkap energy itu. Makanya, kita semua sepakat bahwa mengambil sesuatu yang bukan hak kita itu buruk. Namun, mengapa ketika melakukannya kita tidak merasa itu sebagai sebuah keburukan? Karena cermin diri kita tidak dapat menangkap sinyal keburukan itu dengan baik. Maka, penting untuk selalu membersihkan hati nurani kita. Karena dialah yang bisa membantu kita untuk menangkap sinyal yang mengontrol baik dan buruknya akhlak atau perilaku kita.

5. Periksalah laporan rugi laba. 
Bukan hanya perusahaan yang membutuhkan laporan rugi-laba. Setiap pribadi pun memerlukannya. Mengapa? Borad of Directors wajib memberikan laporan tahunan kepada pemilik perusahaan melalui rapat umum pemegang saham. Setiap pendapatan dihitung ‘plus’ sedangkan setiap pengeluaran bernilai ‘minus’. Jika plus lebih banyak dari minus, maka perusahaan mencetak laba. Sang pemilik, tentu merasa senang. Begitu pula dengan kita sebagai seorang insan. Kita adalah Direktur Utama bagi diri kita sendiri. Siapakah pemilik diri kita jika bukan yang menciptakannya? Setiap perilaku baik kita dicatat ‘plus’ sedangkan perilaku buruk kita bernilai ‘minus’. Jika dibandingkan antara ‘plus’ dan ‘minus’ seluruh perilaku kita itu; apakah ‘laporan pembukuan pribadi kita’ mencetak laba atau sebaliknya? Semua perusahaan selalu memeriksa laporan keuangannya secara berkala. Bukan hanya menjelang Rapat Umum Pemegang Saham saja. Begitu pula mestinya kita. Secara berkala perlu memeriksa laporan pembukuan rugi laba. Jangan sampai tidak menyadari jika ‘bottom line’ kita ternyata negatif karena perilaku buruk kita lebih banyak dari perbuatan baik. Rapat dengan pemegang saham ada jadwalnya. Sedangkan ‘rapat’ kita dengan sang pemilik diri; tidak terjadwal secara pasti. Karena itu bisa terjadi tahun depan, minggu depan, atau hari ini. Maka penting untuk memeriksa dan memastikan ada laba dalam buku pribadi kita.

Sesungguhnya, setiap manusia memiliki segala kelengkapan diri, sekaligus kemerdekaan untuk menentukan nasibnya sendiri. Makanya, didalam diri manusia ada potensi untuk melakukan kebaikan maupun keburukan. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa ”Orang-orang yang menyucikan dirinya, pasti mendapatkan keuntungan. Sedangkan orang-orang yang mengotori jiwanya akan memperoleh kerugian.” Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menjadikan perusahaan yang merugi bisa menuai laba. Namun, untuk mengubah diri dari pribadi yang rugi menjadi insan yang beruntung tidaklah terlalu sulit. Cukup melakukan dua hal saja; Satu, membersihkannya dengan taubat dan permintaan maaf. Dua, menggeser perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Itulah sebabnya mengapa; Tuhan memberi hati kita kecederungan kepada kebaikan. Karena Tuhan ingin kita lebih banyak mendayagunakan potensi diri yang baik. Untuk hal-hal yang baik.


Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman 
Trainer of Natural Intelligence Leadership Training
READ MORE - Potensi yang Baik Dan yang Buruk Dalam Diri Kita

Merasa Kaya - Memotivasi diri untuk selalu bersyukur




Kaya dan Miskin

Kaya - Dalam terminologi umum dan makna bahasa sehari-hari diartikan sebagai orang yang memiliki kapasitas harta yang banyak dan seba kecukupan kebutuhan materi-nya. Dan makna Miskin diartikan sebagai orang yang serba kekurangan dalam hal materi.

Orang-orang kaya - dalam budaya sehari-hari cenderung dilabeli sebagai orang2 yang memiliki derajad dan martabat lebih baik, lebih dihormati, lebih dihargai dibandingkan golongan orang-orang miskin, dan ini sangat nyata terlihat, bisa dilihat ekspresi orang-orang ketika sedang berbicara dengan orang kaya dan perbedaanya ketika sedang berbicara atau berinteraksi dengan orang miskin.

Oleh karena faktor-faktor tersebut di atas maka umumnya orang berusaha menjadi orang yang lebih kaya dan menjauhi kemiskinan, dan ini sangat manusiawi berdasarkan dari nalar logis bahwa memiliki sesuatu yang lebih adalah lebih baik dari pada kurang.


Bersyukur terhadap apa yang dimiliki

Inti dari keberadaan manusia di dunia adalah kesadaran (kalau sedang tidur atau pingsan, apapun yang dimiliki tidak ada bagi si jati diri) , dan inti dari kesadaran adalah rasa . Rasa terbentuk dari refleksi keadaan di sekeliling diri manusia yang diterima panca indera, dan lalu diformulasikan oleh sinyal-sinyal otak, dan kemudian menghasilkan getaran yang disalurkan melalui syaraf-syaraf tubuh dan mengendap/bermuara di daerah syaraf simpatik dibelakang perut (istilah psikologi : otak perut) , yang kemudian hasil getaran-getaran itu dikenal dalam bahasa umum sebagai perasaan hati atau rasa. Jadi perasaan manusia bukan berpusat di organ hati secara biologis.

Dari uraian di atas, maka maslah orang bisa bersyukur atau tidak, sedih atau senang , merasa menderita atau bahagia, sesungguhnya hanya masalah sinyal-sinyal syaraf . Maka jika ada manusia yang hanya karena masalah problema ekonomi, percintaan dan sejenisnya lalu menjadi lupa daratan, ada yang bunuh diri, menderita bathin, menyesali hidup... adalah sangat ironis dan tidak adil dalam memperlakukan tubuh yang sudah banyak memberikan manfaat selama hidupnya. Jika konteks ini dibawa kedalam Norma atau Agama, tentu mudah kita katakan dengan bahasa "hidup adalah anugerah, hidup adalah cobaan, hidup mesti disyukuri, ingat hari pembalasan...DLL" . Tapi berdasarkan pengalaman yang ada , nilai-nilai luhur yang di ajarkan Agama tak selalu berhasil membimbing jalan hidup manusia dalam mengendalikan perasaan hatinya dalam hal-hal negatif tersebut diatas, hal ini tentu disebabkan karena faktor getaran rasa pada tubuh yang cenderung lebih kuat dan nyata mempengaruhi pikiran untuk bertindak , makanya suka ada kasus pencabulan di dalam pesantren oleh para santri bahkan kyai, hal itu terjadi taklain karena masalah rasa yang tak terkendali itu.

Itulah kenapa dalam point ini saya membahas masalah esensi rasa secara lebih detil, karena biarpun ada yang menganggap sepele, tapi kenyataannya msalah rasa inilah kekuatan terbesar yang menempel dalam diri manusia dan mengendalikan kehidupan manusia didunia ini. Rasa menentukan kehancuran atau kebangkitan nasib manusia.

So, buat teh manis dan lalu duduk manis , dan tanyakan saat itu juga kepada diri sendiri : "apakah saat ini aku sedang mensyukuri apa yang kumiliki dalam hidup ini, atau sedang menyesali..? ", jika jawabannya , saya "bersyukur", maka cari terus apa-apa yang memang selayaknya anda syukuri. Jika jawabannya "menyesali" , maka cari terus alasan mengapa dan mengapa anda menyesali sesuatu itu.

Sekian dulu artikel "Merasa Kaya - Memotivasi diri untuk selalu bersyukur " . Saya tulis ini karena termotivasi ada orang yang saya kenal kerjaanya tiap hari mengeluh terus, sampai saya bilang "kenapa Tuhan tidak menjadikan dirimu sebagai Ayam saja ya, sepertinya sia-sia Tuhan memberimu segala kesempurnaan tubuh, dan mental tapi tak pernah kau syukuri dan manfaatkan secara maksimal untuk berpikir dan bertindak" (dan syukur dia malah sadar dengan kalimat pedas yg saya ucapkan itu).
READ MORE - Merasa Kaya - Memotivasi diri untuk selalu bersyukur

Kesaksian Bono Vokalis Band U2 Kesaksian Bono Vokalis Band U2

Kesaksian Bono Vokalis Band U2 tentang karma dan karunia (grace)

Ketika seorang rocker terkenal bicara tentang spiritualitas, pasti sangat menarik apalagi yang berbicara adalah Bono, vokalis band U2. Dalam buku Bono: In Conversation with Michka Assayas (Riverhead Books), Bono menjelaskan pandangannya tentang Karma Versus Grace. :


Assayas: I think I am beginning to understand religion because I have started acting and thinking like a father. What do you make of that?Bono: Yes, I think that's normal. It's a mind-blowing concept that the God who created the universe might be looking for company, a real relationship with people, but the thing that keeps me on my knees is the difference between Grace and Karma.Assayas: I haven't heard you talk about that.Bono I really believe we've moved out of the realm of Karma into one of Grace.Assayas: Well, that doesn't make it clearer for me.Bono You see, at the center of all religions is the idea of Karma. You know, what you put out comes back to you: an eye for an eye, a tooth for a tooth, or in physics—in physical laws—every action is met by an equal or an opposite one. It's clear to me that Karma is at the very heart of the universe. I'm absolutely sure of it. And yet, along comes this idea called Grace to upend all that "as you reap, so you will sow" stuff. Grace defies reason and logic. Love interrupts, if you like, the consequences of your actions, which in my case is very good news indeed, because I've done a lot of stupid stuff.

Bono menyatakan bahwa pusat atau dasar dari agama-agama adalah ide tentang Karma. Karma adalah apa yang kamu lakukan akan kembali kepada kamu sendiri. Setiap tindakan akan mendapat balasan yang setimpal. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Karma tidak hanya menentukan nasib akhir manusia tetapi mempengaruhi imannya. Bedasarkan Karma, maka manusia menjalankan ibadahnya berdasarkan rasa takut (takut kualat) dan bukan kasih. Di sisi lainAllah Pencipta Semesta itu sebenarnya ingin menjalin relasi dengan kita bukan atas dasar Karma. Karma membuat manusia hidup dalam ketakutan dan menjadi hopeless. Dalam Karma, manusia dibayang-bayangi segala kesalalahnya di masa lalu. Pada akhirnya muncul yang dinamakan dengan Grace, atau yang kita kenal dengan istilah anugerah atau rahmat. Grace atau anugerah melampaui akal dan logika. Grace melampaui Karma. Ini menurut Bono adalah suatu kabar baik karena dia sudah melakukan hal-hal yang bodoh di masa lalu. Grace sendiri adalah suatu anugerah atau pemberian tertinggi yang diberikan kepada manusia yang tidak layak menerimanya. (Webster : the free unmerited love and favor of God, Thayer : the idea of kindness which bestows upon one what he has not deserved ).

Masih menurut Bono, kita berada dalam masalah kalau Karma menjadi Hakim kita. Karma tidak akan memaafkan segala kesalahan kita. Karma tidak akan mengecualikan dosa kita, sekecil apapun. Tetapi sebagaimana dikatakan Bono, bahwa dia berpegang pada Grace. Dia percaya bahwa Yesus telah menanggung semua dosanya di kayu Salib. Bono mengakui bahwa dia mengenal dirinya dengan baik dan dia berharap dia tidak harus mengandalkan keberagamaannya yang dimilikinya. . I'm holding out that Jesus took my sins onto the Cross, because I know who I am, and I hope I don't have to depend on my own religiosity.

Hal yang paling tajam dijelaskan oleh Bono di sini berkaitan dengan Karma adalah manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya dengan perbuatan baik. Bono menyatakan “But I love the idea of the Sacrificial Lamb. I love the idea that God says: Look, you cretins, there are certain results to the way we are, to selfishness, and there's a mortality as part of your very sinful nature, and, let's face it, you're not living a very good life, are you? There are consequences to actions. The point of the death of Christ is that Christ took on the sins of the world, so that what we put out did not come back to us, and that our sinful nature does not reap the obvious death. That's the point. It should keep us humbled… . It's not our own good works that get us through the gates of heaven.”
READ MORE - Kesaksian Bono Vokalis Band U2 Kesaksian Bono Vokalis Band U2

Motivasi Diri dari Kisah Wilma Rudolph

Wilma Rudolph, lahir dari keluarga yg sangat miskin 23 Juni 1940, di-Tennesee, USA. Anak ke-20 dari 22 bersaudara. Ayahnya hanya seorang porter KA / kuli angkut barang & ibunya hanya tukang masak & cuci baju tetangga. Hidup mereka benar2 miskin.

Saat usia 4 tahun, ia menderita radang paru2 & demam tinggi yg menyebabkan kakinya lumpuh karena polio. Orgtuanya tak mampu membeli obat karena waktu itu Amerika masih ada rasiaiisme yg membuat org2 kulit hitam mendapatkan perlakuan buruk dlm kesehatan & pendidikan. Akhirnya, la harus menggunakan kruk/penyangga & dokter menyatakan bahwa kakinya akan lumpuh selamanya. Tetapi ibunya terus berdoa pd TUHAN & memberi keyakinan pd Wilma bahwa ia pasti normal kembali. Di-saat yg buruk, kakinya yg lumpuh semakin mengecil & hanya terjuntai ke-bawah tak bereaksi apapun. Namun Wilma terus mengucapkan kata2 iman & berkata "Aku akan menjadi wanita tercepat di-dunia di-lintasan lari." & ia terus mencoba berdiri, walau sdh ribuan kali ia mencoba & jatuh. Ia tak menyerah.

Pada usia 9 tahun, ia nekat melanggar nasehat dokter & membuang tongkatnya & melakukan langkah pertama yg menurut dokter2 takkan pernah dapat dilakukannya. Selama 3 tahun ia terus mencoba melangkah, berjalan & berlari. Pada usia 13 tahun ia mengikuti lomba lari pertama kalinya & menjadi peserta satu2nya yg berkaki tak sempurna. Ia kalah. Tapi Wilma terus melaju. Ia terus bertanding di-ratusan lomba & mengalami ratusan kekalahan. Hingga suatu hari ia berhasil menang lomba lari dlm satu kejuaraan Provinsi yg membuatnya berhasil meraih beasiswa di-Tennesee State University & mempertemukannya dgn seorang pelatih atletik bernama Ed Temple.

Wilma berkata pd Ed "Saya ingin menjadi wanita tercepat di-lintasan atletik dunia." Dibawah bimbingan Ed, Wilma terus berlatih siang malam, mengatasi berbagai rintangan, bertanding dalam ratusan lomba & terus melaju hingga akhirnya Sejarah mencatat, pada Olimpiade tahun 1960, Wilma Glodean Rudolph, Seorang wanita kulit hitam pertama yg pernah menderita polio & lumpuh, akhirnya menjadi juara Olimpiade & memenangkan 3 medali emas di-lintasan lari 100 meter, 200 meter & estafet 400 meter & menjadi wanita tercepatdi-dunia di-lintasan lari.
READ MORE - Motivasi Diri dari Kisah Wilma Rudolph

SUKSES DENGAN MULAI DARI NOL

Kisah-kisah kehidupan Bintang film hollywood dan tokoh dunia yang sukses dari nol.

Apa pun posisi Anda saat ini, jangan pernah merasa hina dengan pekerjaan yang anda geluti sekarang? Hal terbaik yang tetap harus kita lakukan adalah terus berusaha, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita alami di kemudian hari.

Banyak yang mengharapkan sukses secara instan, tapi itu jarang sekali terjadi, karena banyak lika liku yang harus Anda hadapi untuk mencapai kesuksesan yang sesungguhnya. Memulai sesuatu dari bawah adalah pilihan hidup masing-masing dan apa yang selanjutnya akan terjadi semua tergantung dari kerja keras Anda.

Bukan hanya kita, para selebritas Hollywood pun memulai semuanya dari bawah. Jennifer Aniston dulu adalah seorang pelayan, dan Madonna bekerja melayani donut di Dunkin' Donuts sebelum menjadi penyanyi terkenal seperti sekarang.

Semua karir bermula dari dasar yang baik. Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang kaya dan terkenal. Mereka bekerja keras untuk keinginan mereka menuju karir yang berkembang dengan memulai dari dasar dan mendapatkan balasan dari yang mereka lakukan. Keahlian dan pengalaman yang mereka dapatkan dari pekerjaan pertama mereka membantu melempar mereka ke keberhasilan dimasa depan. Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari mereka?

1. Mulailah dengan pekerjaan dari bagian bawah
Kesuksesan tidak muncul secara tiba-tiba dan instan. Inilah yang harus selalu kita sadari, seorang yang sukses memulai segala sesuatunya dari bawah. Dari situ mereka mempelajari banyak hal sehingga apapun yang mereka jalani berkembang dan akhirnya menjadi sukses.

Jangan mudah menyerah dan gampang berhenti ditengah jalan. Kesuksesan itu harus kita raih, jangan hanya menunggu nasib baik datang pada anda.

2. Setiap kerja keras pasti ada hasilnya
Pada saat bekerja keras, Anda belajar untuk menangani stres dan menjaga ketenangan anda, mengasah keahlian anda, menahan siksaan, dan bekerja keras untuk mendapatkan uang. Uang inilah yang akan memacu anda untuk lebih baik dan lebih baik lagi ke depannya. Toh pastinya anda tidak menginginkan hidup dan pekerjaan anda datar terus kan, pasti anda juga menginginkan adanya perubahan mendasar dalam hidup.

Asal anda tahu, Sandra Bullock bekerja mencampur minuman sebagai bartender sebelum ia berakting bersama aktor besar Hugh Grant, Nicole Kidman dan Keanu Reeves. Dan Robin William menjual es krim sebelum ia bermain film.

3. Keberanian, adalah kunci utama
Hanya untuk mengejar keinginan terbesar mereka, beberapa orang melakukan apapun yang mereka bisa untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Mereka melakukannya tanpa peduli akan harga diri atau ancaman kemiskinan.

Sebelum memulai bisnis clothing line-nya yang terkenal, Ralph Lauren adalah seorang salesman sweater di Bloomingdale's.

Industri pakaian terkenal Tommy Hilfiger dulunya menjual pakaian dari bagasi mobil. Nama-nama tersebut merupakan nama besar sekarang, tapi mereka menggunakan kreativitas dan motivasi untuk menjalani pekerjaan pertama mereka.

Garis bawahnya, mencapai pekerjaan membutuhkan waktu dan kesabaran. Karir yang cemerlang tidak terjadi dalam semalam dan bisa membutuhkan bertahun-tahun kerja keras. Tapi satu langkah dalam perjalanan anda bisa membawa anda lebih dekat ke cita-cita anda.
READ MORE - SUKSES DENGAN MULAI DARI NOL

MENULIS DIATAS PASIR

Kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :


Hari Ini, Sahabat Terbaik Ku Menampar Pipiku.

Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah ia oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu :

Hari Ini, Sahabat Terbaik Ku Menyelamatkan Nyawaku.

Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya,Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu? Temannya sambil tersenyum menjawab,Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu.

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu.

Marilah kita belajar menulis diatas pasir!
READ MORE - MENULIS DIATAS PASIR

Pandangan Hidup dan Optimisme


Sahabat, cara pandang hidup akan mempengaruhi masa depan seseorang. Karena cara pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup, akan menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan takdirnya. Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian takdir yang dalam genggaman orang itu sendiri. Selamat membaca cerita motivasi di bawah ini

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”

Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.

(Disadur dari: William Hart, The Art Of Living)
READ MORE - Pandangan Hidup dan Optimisme
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...